Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Cerita Rakyat Sumsel : Bujang Remalun

Gambar
Ada satu negeri yang tenang dan damai. Negeri ini dipimpin oleh seorang raja yang mempunyai seorang anak laki-laki bemama Bujang Remalun. Bujang Remalun sudah mempunyai tunangan bernama Putri Kendun. Pada suatu hari Bujang Remalun sedang ikut membantu warga memperbaiki balai desa. Akan tetapi, malang tak dapat ditolak. Bujang Remalun mendapat celaka pada saat bekerja. Dia mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan dia meninggal dunia. Kematian Bujang Remalun ini sengaja tidak disampaikan kepada tunangannya. Hal itu atas pesan Raja kepada rakyatnya. Raja berpesan kepada siapa saja yang memberitahukan tentang kematian anaknya akan dapat hukuman. Bujang Remalun dikuburkan di Bukit Seenti-Enti di Limau Manis. Di atas kuburannya diletakkan banyak alat musik milik Bujang Remalun. Pada suatu malam roh Bujang Remalun bangkit dan mendatangi rumah Putri Kendun. Sang putri yang tidak mengetahui kematian Bujang Remalun tidak menyangka jika yang datang itu adalah roh Bujang Remalun. Sang put...

Danau Ranau Menurut Peneliti Ekspedisi Limnologi Indo-Danau

Gambar
Dilihat dari sejarah pembentukannya, Danau Ranau tergolong danau tekto-vulkanik. Evolusi Danau Ranau bermula dari terbentuknya cekungan akibat sesar pisah-tarik (pull-apart fault). Dalam cekungan berukuran 12 km x 16,5 km ini, gunung api dan panas bumi bermunculan. Letusan dahsyat Ranau terjadi sekitar 55.000 tahun yang lalu dan menyemburkan 150 km 3 rempah vulkanik. Endapan aliran awan panas dan material jatuhan menyelimuti area seluas 140 km 2 . Proses ini diikuti perkembangan kaldera-kaldera kecil yang kemudian terisi air.Peningkatan aktivitas vulkanik ini kemudian memperluas kaldera hingga ke bentuk seperti sekarang (Setyahadi et al. 2012). Ekspedisi limnologi Indo-danau yang dilaksnakan besama oleh peneliti Finlandia dan  Indonesia di tahun 1992 (Lehmusluoto, et al. 1997), memberikan gambaran tentang kondisi  limnologi Danau Ranau saat itu. Hasilnya antara lain menunjukkan karakteristik perairan danau ini yang mempunyai stratifikasi yang lemah. Di lapisan bawah (l...

Puyang Meranggi , Waliyullah Dari Desa Kelampadu Kab. Ogan Ilir

Gambar
( Potret napak tilas makam Puyang Meranggi diseberang sungai Ogan) SEBUAH  desa tua di tepian sungai Ogan yang terletak di kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, yang bernama desa Kelampadu , yang mempunyai akar sejarah yang sangat erat dengan kota Pelembang Darussalam , Kelampadu terdiri dari dua kosa kata bahasa Pelembang asli yakni kelam yang berarti pagi-pagi sekali , dan padu yang berarti mulai semua kegiatan dan aktifitas , Kelampadu berarti desa yang penduduknya berasal dari kota Pelembang Darussalam yang rakyatnya mempunyai kebiasaan memulai semua aktifitas dan kegiatan nya di mulai pada pagi-pagi sekali dalam setiap harinya. Jika berbicara tentang desa Kelampadu dan kota Pelembang Darussalam maka kita tidak bisa dipisahkan dengan dua orang tokoh yaitu Puyang Meranggi leluhur desa Kelampadu yang makamnya di seberang sungai Ogan desa Kelampadu , dan Puyang Muara Ogan (kyai marogan) leluhur tokoh ulama besar kota Pelembang Darussalam yang makamnya di m...

Danau Ranau: Kehidupan di Hulu Ogan-Komering

Gambar
Bukit-bukit berjajar mengelilingi hamparan air kebiruan di sebuah danau yang berada di area Sesar Semangko.Sementara itu, gunung api yang puncaknya terkesan kabur diselimuti awan terlihat kokoh berdiri di seberangtenggara dan dikenal dengan nama Gunung Seminung. Pemandangan elok tersebut merupakan secuil kesan pertama yang dapat kita saksikan di lingkungan sekitar Danau Ranau. Danau Ranau merupakan danau ‘tektovulkanik’ yang terhampar di atas sebuah kaldera berumur Pleistosen (lihat Bemmelen, 1970; Verstappen, 1973). Meskipun telah lama mati, konon pada akhir abad ke-19 M hingga awal abad ke-20 M kaldera tersebut masih menunjukkan aktivitasnya dengan menyemburkan mineral beracun serta sengatan aroma sulfur yang khas dikeluarkan oleh kawah gunung api. Selain mengakibatkan perubahan warna air danau, aktivitas vulkanik tersebut juga menyebabkan banyaknya ikan dan biota penghuni danau tersebut mati (lihat Figee dan Onnen, 1890). Evolusi geologi danau seluas 16 × 12,5 meter ini b...