Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Persebaran Islam di Sumatera Selatan : Palembang - Uluan

Gambar
Zuid Sumatra, Online A. Masuk Agama Islam ke Sumatera Selatan Menurut sebuah catatan sejarah dari Sayid naguib Al-Atas kedua tempat di selat malaka pada permulaan abad ke-7 H yang menjadi tempat singgah para musafir yang beragama Islam dan diterima dengan baik oleh penguasa setempat ialah Palembang dan Kedah. Dengan demikian maka pada permulaan Hijriyah atau abad ke 7 M di Palembang (Sumatera Selatan) sudah ada masyarakat Islam yang leh Penguasa setempat (Raja Sriwijaya) telah diterima dengan baik dan dapt menjalankan ibadah menurut agama Islam. [1] Sriwijaya sebagai kerajaan maritime yang memiliki daerah pengaruh yang luas diluar wilayah Indonesia sekarang. Selain itu letak wilayah sriwijaya yang memiliki cirri geostrategic  di persimpangan jalan laut perdagangan antara Timur  Tengah dan china, menjadikan sriwijaya dikenal dan dituliskan dalam sejarah kedua wilayah tersebut. Kenyataan sejarah saat perkembangan Sriwijaya tidak dapat lepa...

Asal Mula nama "Marga" di Sumatera Selatan

Gambar
Zuid Sumatra, Online T ulisan tentang marga baru muncul pada tahun 1825 ke atas, setelah keruntuhan Kesultanan Palembang, cuplikan-cuplikan dari karangan Ambstenar Belanda dapat dijadikan rujukan untuk menyusun gambaran perkembangan pemerintahan marga tersebut dari waktu ke waktu. Salah satu teori pembentukan pemerintahan marga yang sering dijadikan acuhan datang dari hasil pemikiran Van Royen (10 Van Royen, J.W. 1927. De Palembangsche Marga: Haar Grond en Waterrecthen, Proefschrift. Leiden: G.L. van den Berg.) tentang marga di Palembang tersebut. Ia membagi perkembangan marga dengan tahap-tahap sebagai berikut: Pertama, orang kubu, adalah kelompok dari beberapa jenis kelamin dan hidup dari penghasilan hutan, berburu dan menangkap ikan, mereka ini mengembara menelusuri pinggiran sungai guna memenuhi kebutuhan hidup. Mereka mengembara tanpa mempunyai tempat tinggal yang tetap dan diikat tali kekeluargaan. Tipe kelompok inilah yang dianggap sebagai asal mula kesatuan-kesatuan ...

Deskripsi Puyang di Sumatera Selatan

Gambar
Zuid Sumatra, Online Puyang berhubungan erat dengan pengkultusan akan sesuatu, baik orang maupun benda, dari masyarakat pendukungnya. Pengkultusan merupakan corak klasik dari munculnya kebudayaan umat manusia di muka bumi ini. Ia sudah terbentuk demikian rupa, sejak adanya tradisi kekuasaan pada awal pemerintahan dalam sejarah umat manusia. Salah satu sikap pengkultusan tertua dapat dilihat dari sistem pemerintahan yang berbentuk despotik. Kalau dilihat hampir semua pusat kebudayaan tertua di dunia, yang terhampar dari lembah Sungai Nil, Eufrat-Trigris, Hindus sampai lembah Sungai Kuning sistem ini selalu ada. Despotik adalah bentuk pemerintahan yang dijalankan, di mana seorang penguasanya menempatkan dan ditempatkan sebagai pemegang kendali kehidupan duniawi dan sorgawi. Oleh karena itu, penguasa ini memposisikan dan diposisikan dalam kerangka manusia setengah dewa, karena dianggap sebagai wakil Tuhan, bahkan Tuhan itu sendiri di muka bumi. Oleh sebab itu, secara ragawi dan ...