Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Cerita Rakyat Suku Komering : Raja Sembilan Beranak

Gambar
Dahulu kala, di suatu negeri ada seorang raja yang mempunyai tujuh orang putri. Ketujuh putri itu makannya rakus-rakus. Berapa kali saja masak nasi pasti habis mereka makan. Raja itu merasa kesal karena semua anaknya rakus. Pada suatu malam, semua anak raja sudah tidur. Raja berkata kepada istrinya, "Besok kita pergi ke hutan. Kita buangkan saja anakanak kita ini. Katakan kita akan mencari kayu, masaklah banyak-banyak, "Anak raja yang bungsu rupanya belum tidur dan mendengar pembicaraan orang tuanya. Raja tidak mengetahui hal itu. Keesokan harinya, si bungsu berkata kepada kakak-kakaknya, "Kak, kita ini akan dibuangkan bapak." Kakaknya tidak percaya. Si bungsu gagal meyakinkan kakak-kakaknya. Kira-kira pukul tujuh mereka berangkat sambil membawa bekal. Ketika mau berangkat, si bungsu membawa kerikil dan roti. Sepanjang jalan, si bungsu menjatuhkan roti dan kerikil agar mereka tidak tersesat. Masuk hutan ke luar hutan, belum juga sampai ke tempat  me...

Cerita Rakyat Suku Aji : Beghuk Pekagha dengan Landak

Gambar
Waktu hatu Beghuk bebantahan dengan Landak. Cawa Landak, "Aman dughian titik bunyinya raras (bunyi daun-daun) gum (nimpa tanah). " Cara Beghuk lain, "Aman dughian titik, bunyinya gum nimpa daun-daun, lalu gum nimpa tanah. " Teghus bebantahan beghuk dengan Landak, nak menang segala. Akhignya, Beghuk dengan Landak ngadu dengan ghaja Minta peghtimbangan. Hukumannya, sapa si salah, dihukum pancung, hukum mati. Ulih pekagha Beghuk dengan Landak hatu, bepikigh ghaja di dalam hati, "Aman Beghuk dikalahkan, Beghuk di hukum mati, tapi daging Beghuk adak pacak dimakan. Aman Landak dikalahkan, dihukum mati, daging Landak pacak dimakan, aku mik hasil. Aman Beghuk si dikalahkan demik hasil. " Walaupun Beghuk si salah, Landak si benogh, tapi oleh ghaja Landak si dikalahkan sebab ghaja pingin dengan daging Landak. Laju Landak dihukurn pancung. Dagingnya diakuk ghaja. Terjemahan Pada suatu waktu Beruk berbantah-bantahan dengan Landak. Kata Land...

Cerita Rakyat Sumsel : Puyang Ndikat

Gambar
Puyang Mu'min atau sering disebut Puyang Ndikat berasal dari daerah Endikat Pagar Alam. Beliau seorang pemuda yang berbudi luhur, berhati mulia, ramah tamah kepada setiap orang. Puyang  Mu'min suka mengembara dari dusun satu ke dusun lainnya. Ia mengembara menyelusuri Sungai Lematang. Suatu hari, tibalah dia di dusun Ujanmas yang makmur dan ramai penduduknya. Dia berkeinginan untuk menetap di dusun Ujanmas. Dia menemui penguasa Ujanmas, Puyang Bayib (Syeh H. Burlian). Latu dia memberitahukan keinginannya untukmenetap di Ujanmas. Keinginan Puyang Ndikat itu disambut baik oleh Puyang Bayib. Akhirnya dia pun menetap di Ujanmas dengan menginap di rumah Puyang  Bayib. Semenjak Puyang Ndikat tinggal. di Ujanmas banyak hal aneh yang terjadi di Ujanmas. Penduduk Ujanmas sering kali terheran heran dibuatnya. Memang Puyang Ndikat dikenal sakti, tetapi kesaktiannya tidak pemah ditunjukkan kepada orang lain. Begitu juga dengan Puyang Bayib. Dia seorang ulama besar yang selalu ber...