Cerita Rakyat Sumsel : Raden Keling



Pada zaman dahulu, ada tiga orang bersaudara, yang pertama bemama Raden Keling, yang kedua bemama Hitam Manis, dan yang ketiga bemama Raden Kuning. Raden Kuning dan saudaranya diajak ayahnya pergi mencari calon menantu. Berangkatlah mereka ke kota Tukang Pantunan. Tiba di kota Tukang Pantunan, Raden Kuning memberi hormat kepada Ratu Agung. Ratu Agung berkata, "Apa keinginan kalian ini? Apakah kalian ini berlayar tersesat? Apakah kalian ingin meminang?" Disahut oleh Raden Kuning, "Saya ini disuruh Ayah menyabung berjalan kaki." "Ooo rupanya kalian ini ingin meminang Si Sinaran Bulan. Kalau demikian, baiklah. Perundingan kita, kita mulai," kata Ratu Agung. Ketika berunding itu, datanglah Geseran Angin dan Rantai Sekilan, anak ratu Agung yang tinggal di kota Tukang Pantunan.
Diberitahukan oleh Ratu Agung bahwa mereka itu mau meminang Sinaran Bulan. Perundingan itu memakan waktu yang lama, belum ada keputusan. Kemudian Rantai Sekilan menghadap ayahnya, "Bagaimana pemndingan adik Sinaran Bulan dengan Raden Kuning? Kelihatannya kakak Raden Kuning itu telah bosan di kota Tukang Pantunan ini." "Lanjutkanlah berunding dengan Raden Kuning.
Setelah selesai, saya akan memanggil adikmu Sinaran Bulan," kata Ratu Agung. Ratu Agung berkata, "Sinaran Bulan, engkau aku tunangkan dengan Raden Kuning." Kata putri Sinaran Bulan, "Saya tidak menolak perundingan itu. Kata Ayah hitam, hitam, kata Ayah putih, putih. Saya tidak menolak apa yang Ayah inginkan." Putri Sinaran Bulan meminta emas segantang, permata segantang.
Permintaan itu diterima oleh Raden Kuning. Kata Raden Geseran Angin, "Tetapi kalau berubah janji, kamu akan menjadi batu." Perundingan pun selesai. Rombongan Raden Kuning melanjutkan perjalanan ke kota Pinang Berlapis. Tiba di kota Pinang Berlapis, ayahnya berkata, "Kita mengundang raja empat puluh orang ,juara empat puluh orang. Kita akan mengadakan perjudian selama sebulan lebih. Raden Kuning dan Raden Keling ikut dalam perjudian itu. Dalam perjudian itu, Raden Keling dan Raden Kuning kalah, habis semua hartanya. Oleh karena itu, Raden Kuning dimarahi oleh Ratu Agung. Raden Kuning merajuk, lalu ia melarikan diri bersama Raden Keling, menuruti kehendak hatinya, masuk hutan ke luar hutan, masuk padang ilalang ke luar padang ilalang.
Setelah tiga bulan berlalu, ia tiba di kota Tukang Pantunan. Tiba di sini, bajunya tidak ada lagi. Ketika dilihat oleh Rantai Sekilan, ia berkata dalam hatinya. "Kalau tidak salah, itu kakak Raden Keling. Apa sebabnya ia tidak berbaju lagi." Langsung Geseran Angin mendekatinya. Tatkala dilihatnya, memang benar dugaan hatinya. Geseran Angin berkata, "Kak Raden Keling, apa bala bencana yang menyebabkan engkau seperti ini ?" Raden Keling menjawab, "Saya ini kalah berjudi setelah kami meminang Sinaran Bulan." "Nah, kalau demikian, kita adakan judi sabung ayam. Tidak ribut karena harta, habis harta, kita jualkan negeri itu. Apa kemauan orang, kita layani. Juara memang menjadi musuh, juara kalah menjadi teman." Maka terjadilah gelanggang sabung ayam itu. Dalam gelanggang itu, Raden Keling menjadi ketua gelanggang, Rantai Sekilan menjadi tukang bulang taji ayam, ada pula yang menjadi tukang cuci ayam. Semua menjadi satu berkumpul di situ.
Mari kita cari pula cerita tentang kota Pinang Berlapis. Di sini tinggal ayah dan ibunya. Di sana ada pula Homan Roman Yakub, seorang yang berasal dari kota Tutup Pandan. Homan Roman Yakub itu adalah hulubalang dari tujuh orang bersaudara. la bersaudara sangat kejam dan suka membunuh orang. Tujuh bersaudara itulah yang akan meminang Putri Hitam Manis, dengan mengadakan tembakantembakan bedil. Sebelum tiba di kota Pinang Berlapis, tembakantembakan itu terjadi dengan dahsyatnya sehingga seperti embun kemarau dalam kota itu. Pendek kata, kota Pinang Berlapis dalam keadaan kacau balau. Laki-laki perempuan, tua muda menggendong anak ke sana ke mari, pontang-panting kebingungan karena mendengar bunyi tembakan itu. "Apa yang terjadi di kota ini? Apakah penyamun akan masuk kota kita ini?" Ratu Agung berkata, "Kalian semua yang berada di negeri ini, bersiap-siaplah, penyamon akan tiba. Alangkah hebatnya bunyi tembakan ito!"
Tiba di kota Pinang Berlapis, Homan Roman Yakub naik ke darat mencari raja Pinang Berlapis. la bertemo dengan penjaga pintu. Tiba di sini, ia berkata, "Bukakan pintu itu!" Penjaga pintu itu tidak mau membukanya. Pintu gerbang itu langsung diterjang oleh Homan Roman Yakub sehingga pecah. Kemudian ia masuk. Setibanya di dalam kota itu, ia langsung menangkap orang-orang yang ada di sana dan semuanya dibunuhnya. Hulubalang empat puluh dibunuhnya juga.
Lalu ia masuk ke dalam kota mencari Ratu Agung. Ratu Agung yang pada waktu itu sedang duduk di kursi dibunuhnya pula. Kenasihan, istri Agung, yang sedang tidur pun di bunuh sehingga habislah orang-orang dalam negeri itu. Anak-anak kecil dan binatang yang tidak berdosa, semuanya dibunuh oleh Homan Roman Yakub. Putri Hitam Manis dan Putri Sinaran Bulan dijadikan tawanan.
Setelah itu, mereka tiba di sebuah ulak (pusaran air dalam sungai). Rejung Homan Roman Yakub tidak dapat bergerak di Ulak Kenasihan itu. Rupanya ada orang yang luar biasa. Raden Keling dapat mengubah wujud dirinya menjadi tujuh macam, yaitu ular, bunga harum, bambu gading, kumbang, dan sebagainya. Homan Roman Yakub mengambil keris Nagalipan.
Senjata itu diputar-putar oleh Homan Roman Yakub, dibentuknya pusaran angin. Kemudian kelihatan sinar bermacam warna (perubahan wujud Raden Keling). Warna itulah yang bersuara, "Sayalah yang bernama Raden Keling. Raden Keling turunan Pinang Berlapis. Kita perang dahulu!" Pendek kata, perang berlangsunglah. Tebas di kiri, ia ke kanan, tebas ke kanan, ia ke kiri. Perang berlangsung selama tiga bulan. Raden Keling berkata, "Kita bergantian
dahulu Homan Roman Yakub. Saya pula yang menebas!" Rupanya tiba giliran pada Homan Roman Yakub, ia langsung mati, dibunuh oleh Raden Keling.


Sumber : 

Kumpulan Cerita Rakyat Sumatera Selatan/Ery AgusnKurnianto, Vita Ninnala, dan Erlinda Rosita. - Palembang :Balai Bahasa Palembang.2009. hlm. 1-4

Komentar

Sylvia ANg mengatakan…
Bolavita Agen Judi Online Terpercaya Di Jamin Aman dan Nyaman... Tersedia berbagai jenis permainan lengkap seperti : Casino | Sabung Ayam Online | Sportsbook | Slot | Togel | Bola Tangkas | Poker Online | Dan Masih banyak Lainnya.

Promo Bonus yang dapat anda Klaim Langsung !
♥ Bonus deposit 10%
♥ Bonus Cashback s/d 10%
♥ Bonus Rollingan 0.5% + 0.7%
♥ Bonus Referral 7% + 2% seumur hidup !

Informasi selengkapnya silahkan hubungi :
• WhatsApp : +62812–2222–995
• Wechat : Bolavita
• Line : cs_bolavita
• Telegram : @bolavitacc

Link Pendaftaran : http://159.89.197.59/register/

#Linkaja88

Postingan populer dari blog ini

Deskripsi Puyang di Sumatera Selatan

Cerita Rakyat Sumsel : Putri Berambut Putih

Cerita Rakyat Sumsel : Bujang Remalun