Cerita Rakyat Suku Komering : Raja Sembilan Beranak



Dahulu kala, di suatu negeri ada seorang raja yang mempunyai tujuh orang putri. Ketujuh putri itu makannya rakus-rakus. Berapa kali saja masak nasi pasti habis mereka makan. Raja itu merasa kesal karena semua anaknya rakus.

Pada suatu malam, semua anak raja sudah tidur. Raja berkata kepada istrinya, "Besok kita pergi ke hutan. Kita buangkan saja anakanak kita ini. Katakan kita akan mencari kayu, masaklah banyak-banyak, "Anak raja yang bungsu rupanya belum tidur dan mendengar pembicaraan orang tuanya. Raja tidak mengetahui hal itu.

Keesokan harinya, si bungsu berkata kepada kakak-kakaknya, "Kak, kita ini akan dibuangkan bapak." Kakaknya tidak percaya. Si bungsu gagal meyakinkan kakak-kakaknya. Kira-kira pukul tujuh mereka berangkat sambil membawa bekal. Ketika mau berangkat, si bungsu membawa kerikil dan roti.

Sepanjang jalan, si bungsu menjatuhkan roti dan kerikil agar mereka tidak tersesat. Masuk hutan ke luar hutan, belum juga sampai ke tempat  mengambil kayu. Akhimya mereka bertemu jalan bersimpang dua, Bapaknya ke simpang kiri dan anaknya ke simpang kanan. Tak lama kemudian, bapaknya bertemu dengan Beruk. Bapaknya berkata kepada Beruk, "Beruk, tolonglah aku. Kalau anakku memanggil aku nanti, sahutlah olehmu." "Baik," jawab Beruk. Lalu bapaknya pulang. Setelah beberapa lama, anak-anaknya memanggil, "Bapak, bapak."

"Ut," jawab Beruk. "nah, dimana suara bapak," kata si bungsu. "Nak, Kak, kita dibuangkan bapak," tambah si bungsu. Kakaknya tidak percaya juga. Mereka bertengkar terus. Akhimya si bungsu pulang sendirian. Sedangkan kakak-kakaknya terus mencari bapaknya.

Masuk hutan bertemu hutan. Akhimya keenam anak raja bertemu enam buah pondok. Pondok itu milik raksasa. Tiap pondok ditunggu oleh seekor kucing. Mereka membagi pondok itu, satu orang satu pondok.

Telah lama mereka tinggal di sana. Mereka bersawah. Pagi hari mereka pergi ke sawah dan sore hari baru pulang. Begitulah setiap hari.
Pada suatu hari datanglah seekor burung Elang mencicit sambil mengelilingi pondok. Burung Elang itu berkata, "Numpang bertelur di bubunganmu. Air kencingku seperti jarum, tahiku bergelombang, telurku seperti kaleng." "Tidak, tidak bisa," Jawab putri yang tertua.

Pindahlah burung itu ke putri yang nomor dua. Jawabnya sama dengan yang tertua. Begitulah seterusnya sampai pada putri yang nomor lima Setelah sampai kepada putri yang nomor enam jawabnya lain. "Bertelurlah," jawab putri itu. Burug Elang itu segera bertelur di sana.

Suatu ketika putri itu pulang dari sawah, dilihamya semua sudah beres. Nasi sudah dimasak, air sudah tersedia. Begitulah keadaannya setiap hari. Putri itu keheranan dan bertanya dalam hati,"Siapa yang melakukan semua ini."

Keesokan harinya, kakaknya mengajak pergi ke sawah, tetapi putri itu menjawab  "Pergilah kamu. Saya tidak enak badan." Sebenarnya putri itu mau mengintip siapa yang membereskan pondoknya selama ini. la bersembunyi. Kira-kira pukul sepuluh, dilihamya ada seorang pemuda tampan keluar dari kaleng berasnya. Sindang Belawan nama pemuda itu. Putri sambil berkata, "He, saya mendapat suamii"',Pemuda itu terkejut dan tidak bisa berlari lagi karena kaleng beras tadi telah disimpan putri. Pemuda itu dibuatkannya tempat tidur yang bagus.

Pada hari selanjutnya, kakak-kakaknya kembali memanggil mengajak ke sawah. Putri itu menjawab, "Saya masih belum sehat." Mendengar jawaban putri itu, kakaknya naik ke pondok. Melihat ada seorang pemuda yang tampan diatas pondok itu, kakaknya berkata, "Dik, ini suami kita bersama-sama, ya." Adiknya menolak. Kakaknya mengadu kepada kakak-kakaknya yang lain. Kelima kakaknya berniat buruk kepada adiknya, (putri nomor enam). Mereka menyuruh adiknya agar menaburkan jarum dan rumput gatal di atas tempat tidur suaminya supaya tidumya nyenyak.

Adiknya tadi sangat lugu. Diturutinya nasihat kakak-kakaknya. Melihat jarum dan rumput gatal di atas kasur. Sindang Belawan terkejut. La menyuruh istrinya membuangkan jarum dan rumput gatal itu. "Nanti badanku gatal dan sakit," kata Sindang Belawan. Putri itu tidak percaya. la tidak mau membuangkannya. Karena itu Sindang Belawan segera berlari. Putri itu mengejar Sindang Belawan. Masuk hutan ke luar hutan.

Akhimya ia bertemu dengan sebuah pondok yang ditunggu oleh seorang anak. Ia bertanya kepada anak itu, "Dik, apakah adik mendengar dan melihat Sindang Belawan lewat di sini?" "Itu dia naik kapal," jawab anak itu.

Putri itu segera naik kapal. Di situ banyak pemuda tampan. Ia susah mencari yang mana suaminya. Saat kebingungan itu datanglah Kucing dan berkata kepada putri, "Jika aku duduk dekat kakinya, itu suamimu." Kemudian datang pula Lalat berkata, "Jika aku terbang dekat hidungnya, itulah suamimu." Lalu datang pula Kupu-kupu dan berkata, "Jika aku hinggap di rambumya, itulah suamimu."

Setelah itu dilihatnya Kucing telah duduk dekat kaki pemuda itu, Kupu-kupu telah hinggap di rambumya dan Lalat terbang dekat hidungnya.
Pikir putri itu, "Itulah suamiku." Didekatinya dan dipeluknya pemuda itu. Mereka berangkulan."Engkau suamiku. Pulanglah. Aku akan menuruti semua kehendakmu," kata putri itu kepada Sindang Belawan. Akhirnya mereka pulang bersama.


Sumber : Analisis, tema, amanat, dan nilai budaya sastra nusantara di Sumatra Selatan. Zainul Arifin Alianan.-- Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1994. Halaman 53-55

By. Nur Ikhsan D.C, S.Hum

Komentar

Unknown mengatakan…
Sunguh pembelajaran yg bail...
Unknown mengatakan…
holau curita sija, ti ingok di masa lokok ronik... salam jak tiyuh Surabaya oku timut
Unknown mengatakan…
Pak nur ikhsan tolong dong amanat dari cerita ini apa yaa ???

cia mengatakan…
Gabung Bersama kami di Betpulsa,net
Situs Paling Terpercaya Betpulsa
Menangkan Bonus Jutaan Rupiah Setiap Harinya
Jaminan Kemenangan Bergaransi

Games Yang Tersedia Antara Lain :
* SPORTSBOOK
* POKER
* LIVE CASINO
* IDN LIVE
* BLACK JACK
* SLOT ONLINE
* SABUNG AYAM S128

Promo di Betpulsa :
* Min Depo 25 K
* Min WD - 50 K
* Bonus New Member 15%
* Next Deposit 10%
* Bonus Harian 5%
Dan Masih Banyak Bonus Lainnya
* Deposit Via Pulsa Tanpa Potongan Rate 100%
* Deposit dan Withdraw 24 jam Non stop tanpa kendala
* Proses Deposit & Withdraw Tercepat
* Livechat 24 Jam Online
* Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi CS Kami

## Contact_us ##
WHATSAPP : 0822 7636 3934
Unknown mengatakan…
Tolong post manfaat,hikmah atau pesan moralnya ka

Postingan populer dari blog ini

Deskripsi Puyang di Sumatera Selatan

Cerita Rakyat Sumsel : Putri Berambut Putih

Cerita Rakyat Sumsel : Bujang Remalun